Finansial
Anak Muda Indonesia Makin Peduli Perencanaan Keuangan — Kamu Bisa Mulai Investasi Hari Ini
14 Juli 2026

Ada kabar baik soal cara anak muda Indonesia memandang uang. Riset Prudential bersama Human8 yang dirilis 2025 menemukan bahwa mayoritas anak muda Indonesia kini sudah mulai memikirkan perencanaan keuangan mereka — sebuah sinyal positif yang patut dirayakan. Kesadaran itu adalah pintu masuknya; langkah nyata berikutnya, seperti mulai berinvestasi, ternyata jauh lebih mudah dari yang dibayangkan. Kalau kamu belum mulai, kabar baiknya: kamu tidak perlu menunggu gaji naik, bonus cair, atau kondisi "sempurna". Mulainya bisa dari sekarang, dari apa yang ada.
Kenapa Ini Momen yang Tepat?
Ada sesuatu yang powerful soal tahu bahwa orang-orang seusia kita sudah mulai peduli soal masa depan keuangannya. Bukan soal FOMO, tapi soal perspektif — kalau mereka bisa mulai, kita juga pasti bisa.
Investasi di kalangan anak muda Indonesia pun makin mudah diakses. Akses ke platform digital, kemudahan membuka rekening sekuritas, dan tersedianya reksa dana dengan modal sangat kecil sudah menghapus banyak alasan klasik untuk menunda. Yang tersisa tinggal satu hal: mulai.

Ilustrasi — Foto: Robert Lens / Pexels
3 Langkah Pertama yang Paling Mudah
Tiga langkah ini bukan teori. Semuanya bisa diselesaikan dalam satu sore — bahkan sambil nunggu meeting berikutnya.
1. Buka rekening di aplikasi reksa dana (10–15 menit)
Banyak platform investasi reksa dana resmi yang terdaftar di OJK bisa diunduh gratis dan proses verifikasinya cukup dengan KTP dan selfie. Tidak perlu ke kantor, tidak perlu antre. Pilih platform yang kamu sudah familiar namanya — ekosistem investasi digital Indonesia sudah cukup matang untuk ini.
2. Mulai dari reksa dana pasar uang
Ini bukan pilihan "yang paling keren", tapi justru itulah kelebihannya. Reksa dana pasar uang punya risiko rendah, likuid (bisa dicairkan kapan saja), dan modal awalnya bisa mulai dari Rp10.000. Cocok banget untuk tahap pertama: membangun kebiasaan, bukan mengejar return besar. Anggap saja ini "gym membership" finansial kamu — yang penting masuk dulu, badan akan menyesuaikan.
3. Aktifkan autoinvest sekecil apapun nominalnya
Ini bagian yang paling underrated. Set autoinvest rutin — misalnya Rp50.000 atau Rp100.000 setiap tanggal gajian — dan biarkan sistemnya yang kerja. Otak manusia mudah menunda kalau harus memutuskan setiap bulan. Autoinvest menghilangkan momen ragu itu. Dalam setahun, yang terasa seperti "receh" bisa jadi pondasi yang nyata.
Satu Langkah Aman Sebelum Setor: Cek Legalitasnya
Sebelum menaruh uang, luangkan dua menit untuk memastikan platform yang kamu pilih benar-benar aman. Ini bukan langkah yang bikin ribet — justru bikin tenang.
Pastikan aplikasi atau manajer investasinya terdaftar dan diawasi OJK. Kamu bisa mengecek nama perusahaannya di situs resmi OJK, atau mencari keterangan "Berizin dan Diawasi OJK" di halaman resmi mereka. Reksa dana yang legal selalu dikelola oleh Manajer Investasi berizin, dan dananya disimpan terpisah di bank kustodian — bukan di rekening pribadi siapa pun.
Hindari "peluang" yang menjanjikan keuntungan pasti dan besar dalam waktu singkat; investasi yang sehat tidak pernah menjanjikan hal seperti itu. Dengan memilih yang terdaftar, kamu sudah menyingkirkan hampir semua risiko yang sebetulnya bisa dihindari — dan tinggal fokus pada bagian yang menyenangkan: melihat kebiasaan kecilmu tumbuh pelan-pelan.
Satu Mindset yang Bikin Semuanya Lebih Ringan
Investasi bukan soal punya uang banyak dulu. Investasi justru cara untuk pelan-pelan punya lebih banyak pilihan di masa depan.
Berhenti membandingkan portofolio sendiri dengan milik orang lain di media sosial. Yang penting bukan seberapa besar, tapi seberapa konsisten. Bahkan manajer investasi profesional pun sepakat: waktu di pasar jauh lebih worth it daripada mencoba timing pasar dengan sempurna.
Mulai kecil, rutin, dan sabar — itu resepnya. Tiga hal yang, kebetulan, juga berlaku untuk hampir semua hal baik dalam hidup.
Kalau artikel ini terasa relevan, kirim ke satu teman yang sudah lama bilang "nanti aja deh mulai investasinya." Mungkin ini justru dorongan kecil yang mereka butuhkan hari ini.
By Tim Redaksi LewatManaAI-Assisted
Artikel ini ditulis dengan bantuan AI dan telah ditinjau serta diverifikasi faktanya oleh redaksi LewatMana.
Artikel terkait

Sebelum Tanda Tangan Kontrak Kos, Cek Dulu Hal Ini
Sebelum langsung tanda tangan kontrak kos, ada biaya tersembunyi, klausul, dan aturan main yang wajib dicek dulu biar keuangan dan ketenangan tetap aman.
23 Jul 2026

Gen Z Pilih Emas dan Tabungan, Bukan Saham: Alasan Psikologisnya dan Apakah Itu Pilihan Paling Cerdas?
Gen Z memilih emas dan tabungan bukan tanpa alasan — ada psikologi keuangan yang menjelaskannya. Tapi apakah strategi ini cukup untuk masa depan finansial jangka panjang?
3 Jul 2026

Cicilan Motor Listrik vs Ongkos Bensin Harian: Lebih Hemat Mana untuk Pekerja Jakarta?
Motor listrik bersubsidi bisa jadi pilihan cerdas, tapi "lebih terjangkau" dan "lebih hemat" bukan hal yang sama — ini panduan menghitung mana yang benar-benar menguntungkan untuk komuter Jakarta.
1 Jul 2026