Kabar Viral

Dari Malaysia sampai AS, Dunia Ikut 'Traktir' Driver Ojol Indonesia — Kisah di Baliknya

29 Juni 2026

A delivery person handing over a package to a customer at their doorstep.
Foto: ROMAN ODINTSOV / Pexels

Ketika membuka aplikasi lalu ada pesanan masuk — tapi bukan dari pelanggan lokal. Di kolom catatan tertulis: "Stay strong, brother. From Kuala Lumpur." Itulah yang dialami ratusan driver ojol di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan lewat gerakan #SEAblings yang ramai dibahas warganet belakangan ini.

Bukan Kampanye Korporat

#SEAblings lahir dari satu postingan warganet Malaysia yang menyebut driver ojol Indonesia sebagai "tulang punggung kota yang sering kita lupakan" — lalu mengusulkan aksi konkret: bukan transfer ke rekening tak jelas, tapi pesan makanan atau kebutuhan langsung via aplikasi yang memang sudah dipakai tiap hari.

Namanya gabungan SEA (Southeast Asia) dan siblings. Dalam hitungan hari, tagar itu menyebar dari Malaysia ke Singapura, Filipina, Thailand, hingga komunitas diaspora Indonesia di Amerika Serikat, Belanda, dan Australia.

Cara Kerjanya: Kreatif, tapi Tidak Selalu Rapi

Mekanismenya memanfaatkan celah kreatif di platform yang sudah ada. Donatur luar negeri memesan via GrabFood atau GrabMart menggunakan akun lokal yang dipinjamkan, ke alamat yang dikumpulkan komunitas sukarela di Indonesia. Relawan di grup Telegram dan WhatsApp bertugas memverifikasi penerima adalah driver aktif, lalu menyebarkan titik lokasi ke jaringan donatur.

Tidak semuanya berjalan mulus — dan justru itu yang bikin gerakan ini terasa nyata, bukan seperti program CSR. Risiko juga ada: beberapa akun mencatut nama #SEAblings untuk minta donasi tunai ke rekening pribadi. Komunitas koordinator akhirnya menerapkan sistem kode unik per sesi pengiriman supaya donatur luar negeri bisa memastikan kiriman sampai ke tangan yang benar.

Yang Bikin Konten Ini Meledak

Yang viral bukan angkanya — tapi momennya. Tangkapan layar percakapan donatur-penerima dibagikan jutaan kali di Threads; video driver membuka paket dengan ekspresi tak percaya ditonton luas di X — direkam gemetar di pinggir jalan, bukan dengan kamera mahal.

Ada driver di Jakarta Pusat yang mengira ada salah kirim saat pesanan dari luar negeri masuk — isinya cuma nasi lauk sederhana dan es teh. "Orang yang bahkan tidak kenal saya, dari negara lain, mau repot-repot mikirin saya," begitu yang ikut viral bersama cerita-cerita serupa. Di Surabaya, seorang driver perempuan menerima kotak P3K kecil lengkap dengan catatan tangan berbahasa Melayu: "Jaga diri, kak. Kami sayang kamu."

Konten seperti ini meledak karena memenuhi tiga hal sekaligus: haru yang tulus, bangga kolektif, dan bukti nyata bahwa kebaikan itu berhasil sampai.


Tagar bisa tenggelam. Tekanan ekonomi para driver tidak akan selesai hanya dari kiriman nasi. Tapi #SEAblings membuktikan satu hal yang jelas: rasa empati dan solidaritas tidak mengenal batas geografis.

By Tim Redaksi LewatManaAI-Assisted

Artikel ini ditulis dengan bantuan AI dan telah ditinjau serta diverifikasi faktanya oleh redaksi LewatMana.

Artikel terkait